Senin, 24 Mei 2010

Lagi, Bertemu The Creative One

Time flies dan nggak terasa sudah hampir dua minggu sejak saya ketemu lagi dengan Yoris Sebastian. This time with his girl, Mbak Debbie, ketika mereka datang ke acara UNS Blogfest 1.0. We (Me, Angga, Toto, Yoris, Debbie) spent some hours untuk ke beberapa tempat di Solo. Pertemuan yang bikin semangat lagi, terutama karena Mas Yoris ngasih tips-tips simpel tapi kreatif buat kami. Terutama untuk Toto dan Angga (kakak tingkat saya di FE UNS) yang baru aja lulus kuliah dan sedang berburu professional job. Contohnya, bikin CV (Curriculum Vitae) yang nggak standar. Kalau biasanya CV dimulai dengan nama, tempat tangal lahir, alamat, dst, sekali-kali coba deh bikin CV dengan cerita di awal. Jadi nggak biasa seperti biasanya.

Mbak Debbie juga cerita waktu sedang interview di Hard Rock, dia malah diminta untuk menyanyi bergaya ala Lenny Kravitz, bukan sekedar wawancara seputar job skill. Mungkin karena interviewernya Mas Yoris ya?hehe.. Anyway, kita butuh kreativitas kapanpun dimanapun.
Dan yang nggak kalah penting adalah kreativitas itu juga harus sesuai tempat : Think Out of The Box, Execute Inside The Box.
(Thanks to Mbak Debbie yang udah foto kami. Nice to meet youuu. :)

Senin, 03 Mei 2010

Hearts And Deeds

-God doesn't judge anyone according to our bodies and appearances, but God looks into our hearts and observes our deeds.-

Quote di atas saya dapat dari posting twitter seseorang bernama Donny Dhirgantoro, penulis novel bestseller 5cm. Ya, benar. Tuhan memang tidak pernah melihat seorang manusia dari tampilan luar. Sama sekali tidak. Tuhan melihat hati dan perilaku kita sebagai manusia. Sebagai utusan Tuhan untuk menjaga bumi.

Apa yang menjadi pikiran saya saat ini adalah mengapa terkadang manusia melihat manusia lain hanya dari tampilan fisiknya saja? Bahkan, Tuhan yang memiliki segalanya pun tidak pernah melakukan itu. Tuhan adalah Sang Maha Pencipta. Dia yang memiliki kekuasaan untuk menciptakan makhluk-Nya sebagaimana yang ia kehendaki.

Terkadang klasifikasi fisik memang diperlukan di dunia nyata. Tuntutan pekerjaan misalnya. Tapi ini juga tidak berarti bahwa kita berhak menilai seseorang dari tampilan luar, bukan begitu?

Dengan pengetahuan itu, saya menyimpulkan : jika saya menghina, paling tidak memandang sebelah mata terhadap orang lain, berarti saya juga menghina Tuhan. Karena Ia lah Sang Maha Penguasa. Penguasa makhluk-makhluknya, penguasa langit dan bumi. Itu kesimpulan yang saya dapat. Apa yang saya punya sampai-sampai saya berani menghina Tuhan? Ckckck...

Well, don't take it too seriously, I don't mean to do that guys. But if you don't mind, observes it deeply with our hearts and minds. Maybe sometimes I did it too, but always remember those words to remind us. Remind that we are only human, which is imperfect. With plus and minus side of us, we can be a good human.

It's impossible to be a perfect one (perfectness only belongs to God), but there are many ways, much ways to be a good human.

Au revoir!

Jumat, 23 April 2010

Teman adalah ....

Silakan anda isi sendiri titik-titik di judul tulisan saya itu. Saya yakin bahwa masing-masing dari kita punya jawaban sendiri.
Ya. Teman, sahabat, kawan. Sebagaian dari kita mempunyai kategori yang berbeda dalam menentukan apakah orang yang kita kenal itu berstatus "teman", "kawan", atau "sahabat". Ada yang berpendapat bahwa setiap orang yang kita kenal adalah teman. Sedangkan orang yang sudah kita kenal dengan lebih dalam dan bisa menerima kita apa adanya adalah sahabat. Saya termasuk salah satu orang yang berpendapat seperti itu.
Kenapa? Pertama, saya adalah orang egois yang bisa seenaknya melakukan apa yang saya mau tanpa memikirkan orang lain. Tapi tunggu, itu hanya dalam beberapa hal yang tidak sesuai dengan prinsip saya.meskipun kami berteman, saya adalah tipe orang yang...yah, mungkin agak susah dipahami. Hehe...oke itu kekurangan saya. Karena sifat saya itu, maka saya berpikir : "beruntung sekali saya! masih ada yang mau jadi sahabat saya untuk mendengar cerita-cerita membosankan yang saya ceritakan." Tidak semua orang bisa menerima kelebihan dan kekurangan diri saya, diri anda, sebaik orang-orang yang bersedia jadi sahabat anda!
Kedua, mulai sejak lahir manusia adalah makhluk individu dan sosial. Dan oleh karena itu, ketika seorang anak kecil sudah mulai berinteraksi dengan dunia luar maka ia akan mendapat teman. Teman bisa didapat dari mana saja. Tapi sekali lagi, teman yang sekedar teman belum tentu mau berbagi cerita sedih bersama anda.
Ketiga, sahabat sejauh apapun mereka berada pasti selalu memikirkan anda. Walaupun tidak mungkin setiap detik dan menit anda memenuhi pikiran sahabat-sahabat anda, tapi percayalah suatu waktu pasti ada ikatan yang mengikat dan menarik anda kembali kepada sahabat-sahabat anda.

Tulisan ini saya buat karena saya sedang merindukan sahabat-sahabat saya. Jujur, sebenarnya saya ingin menjadikan semua orang yang saya kenal jadi sahabat saya. Tapi apa bisa?haha... Menyenangkan sekali rasanya punya banyak teman, apalagi banyak sahabat. Karena faktanya : dari lahir sampai kembali lagi ke Yang Maha Kuasa, seorang manusia PASTI butuh bantuan manusia lainnya. Sejauh ini belum ada cerita mengenai bayi yang lahir sendiri tanpa bantuan bidan atau dokter kandungan ataupun jasad tak bernyawa yang membenamkan dirinya sendiri ke liang kubur.

Maka tak salah jika dibilang "sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat banya bagi manusia lainnya.
Oleh karena itu : "MAKE FRIENDS, AND KEEP THEM FOREVER". -Billy Boen. Author of Young on Top-

Keep your friends, fella! :)

Senin, 08 Maret 2010

A Leader in You

Banyak hal yang melatarbelakangi saya untuk menulis tentang hal ini. Bailout Century, pertanggungjawaban Boediono, Sri Mulyani, dan tentunya Presiden Yudhoyono. :) Momentum pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan juga salah satunya.

Saya pribadi mengartikan pemimpin sebagai seorang pelayan terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Pengertian ini saya dapat dari sebuah artikel di harian Kompas yang mengupas tentang kebangkitan India sebagai sebuah negara dengan perkembangan cukup pesat. Mohandas Karamchan Gandhi, well-known as Mahatma Gandhi, beliau lah yang memiliki pernyataan tersebut. "Leader is a servant. Their true willingness is to serve their people."
Ya, karena hakikat pemimpin adalah membantu masyarakatnya (orang-orang yang dipimpinnya) agar bisa mandiri, agar orang itu bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi perbaikan dirinya sendiri dan orang-orang sekitar. Nah kalau pengertian yang ini, saya dapat khusus dari idola saya : Yoris Sebastian. :)

Gandhi juga berkata bahwa kekuasaan politik bukanlah tujuan akhir, tapi hanya sebagai sarana untuk membantu rakyat memperbaiki nasib mereka dalam seluruh bidang kehidupan. Apalagi jika pemimpin itu menguasai hajat hidup orang banyak! Presiden contohnya. Seorang Presiden, Ketua, Direktur, atau apapun jabatannya tentunya harus memiliki kualitas pribadi yang unggul. Pribadi yang berkarakter kuat dan mengerti apa yang dibutuhkan orang-orangnya.
Menjadi pemimpin adalah takdir setiap manusia, setidaknya untuk diri mereka sendiri. Sebagai ayah, ibu, kepala bagian, project officer, gubernur BI, Ketua KSSK, Ketua DPR, MPR, Ketua Partai, maupun sebagai diri mereka sendiri. Maju mundurnya suatu kaum ditentukan oleh sikap dan perilaku mereka, bukan karena hal lain yang mungkin saja bisa seenaknya dijadikan kambing hitam. Dan semua itu dimulai dari diri sendiri.
Saya belumlah menjadi seorang pemimpin yang sempurna, atau mungkin tidak akan. Tapi ada banyak sekali cara untuk menjadi pemimpin yang baik. Belajar, belajar, berbagi, mendengar, dan bertindak. Menjadi pemimpin adalah suatu proses panjang, bukan sekedar tujuan sesaat. "Celakalah orang yang menikmati hasil tanpa menjalani prosesnya," pesan kakak tingkat saya, Johan Fithra Zulfikar. (hey, by the way we are competing in Election of Chief of Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan with the other two bestfriends : Ragil Putra Wijaya and Arif Darmawan) wish us luck, guys! Hehe... :)
Untuk jadi pemimpin nggak harus jadi ketua, tapi yang paling penting adalah : bermanfaat bagi orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Percuma doong kalo ilmunya kebuang gitu aja. Ya nggak sih?

Be Strong for Yourself, Be Useful to Others.(parkourindonesia.web.id)

"Behind a great power, there's a great responsibility" -Uncle Ben. Spiderman 1-

A LEADER IN YOU!!!

Rabu, 03 Februari 2010

Ikhlas and Nobody Syndrome

Ikhlas.
Something that, until my 19 y.o, still unreachable. A phrase I got, "nobody syndrome", might answer why it's that hard to reach something named "ikhlas". It's nice to see people in their success, we'll feel proud of somebody we've known because of their success, but for some people inluding me it could makes me feel "I am still nobody and nothing".
Envy somebody could make your effort harder than before, but if those efforts make you feeling like you're just nobody, can we please on envying someone else's life?