Ikhlas.
Something that, until my 19 y.o, still unreachable. A phrase I got, "nobody syndrome", might answer why it's that hard to reach something named "ikhlas". It's nice to see people in their success, we'll feel proud of somebody we've known because of their success, but for some people inluding me it could makes me feel "I am still nobody and nothing".
Envy somebody could make your effort harder than before, but if those efforts make you feeling like you're just nobody, can we please on envying someone else's life?
Tampilkan postingan dengan label questioning something. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label questioning something. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 Februari 2010
Senin, 23 November 2009
Passion dan Fokus??
Banyak keinginan saya dalam menjalani hari-hari ini. Keinginan untuk menjadi seorang yang baik, jauh lebih baik dari kemarin. Ketika saya masih belum mengerti apa-apa tentang hidup. (apa sekarang saya sudah benar-benar mengerti? saya kira juga belum)
Hal yang membedakan keinginan dan kebutuhan kadang mengusik pikiran saya. Sudahakah saya mengambil jalur yang benar untuk mencapai apa yang benar-benar saya inginkan dan butuhkan? Untuk menggapai passion saya akan suatu hal? Karena jujur saja hingga saat ini saya masih dibingungkan oleh sesuatu yang disebut "passion". Sabtu, 21 November 2009 lalu himpunan mahasiswa jurusan di tempat saya belajar organisasi, mengundang Yoris Sebastian sebagai pembicara seminar. DAn hal yang disebut-sebut oleh Mas Yoris adalah "passion". Dia tidak pernah merasa letih karena bekerja, karena yang dia lakukan adalah jalan hidupnya. Gairah dan keinginan yang sejalan dengan kebutuhan dan situasi yang ada sangat mendukungnya untuk sukses.
Antonny Liem, Managing Director Semut Api Colony, perusahaan brand marketng communication berpesan : "May you find your true calling". I know that it's not that hard to find my real passion, my true calling. I know that, but I'm wondering why it happens to me? Why I feel so hard to find mine?
Keinginan, kebutuhan, Fokus, dan Passion. Runtutan kata-kata itu membingungkan saya. Gak enak rasanya kehlangan arah, kehilangan fokus atas masa-masa kritis yang akan menetukan masa depan saya. Saya bingung karena setelah beberapa kejadian belakangan ini, yang saya lakukan hanyalah sekedar mengikuti arah jalannya hidup. Untungnya, aliran tersebut masih baik dan bermanfaat. Apa jadinya kalau aliran tersebut membawa saya ke jalan buntu?? Inilah kenapa saya sebut bahwa saya sedang kehilangan arah menentukan tujuan. Kenapa? Karena hidup saya bukan hanya tentang saya, tapi juga menyangkut orang-orang sekeliling saya dan orang-orang yang telah membesarkan saya hingga menjadi seperti sekarang.
Ada yang bisa bantu menemukan passion dan fokus hidup saya??
Rabu, 29 April 2009
Pain Healing Or Not...(beg your feedback)
Everybody has their own pain healing mechanism.
I'm know thinking about it, actually. When someone gets hurt, those pain healing mech will work automatically (mostly). Could be based on their belief, their past experiences, their expectations, anything. But sometimes, people doesn't know how to react about what happen in their life. They just confuse about that, or even ignored those matter. If we let the problem blow away, yaa it might solve it. But, try to look deeper : is it really solved? or is it just one kind of pain healing mech?
Back to that matter (I wrote in the very first beginning), what do you think about : If I have a problem, then I let it go away, can we mention it as pain healing mech?
Or it's just superficial-runaway attitude?
Beg your feedback. thank you.
Langganan:
Postingan (Atom)