INTEGRITAS. Apa sih artinya kata aneh itu? "kalau kamu punya integritas, artinya kamu akan melakukan segala sesuatunya secara positif dan konsisten" itu kutipan dari buku Young on Top karya Billy Boen. -a very recommended book for you who wants to be on top-
Saya hanya bermaksud berbagi atas kejadian-kejadian yang pernah saya alami. Orang-orang hebat yang pernah saya temui hampir semuanya bilang tentang "ketekunan". Mereka cerminan dari kata itu. Di dalam literatur manapun, konsistensilah yang jadi dewanya orang-orang sukses.dan lihat apa yang pantas mereka dapatkan atas jerih payah itu.
Mas Billy juga menyinggung tentang "...hal positif yang kamu lakukan...", karena di bukunya dia menulis bahwa banyak orang yang bisa sukses tanpa menerapkan integritas. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah, seberapa lama itu akan bertahan?
Masuk akal. Mengingat sejauh peradaban manusia (lebay dikit ah), hal-hal positiflah yang selalu bertahan.
Tanya : "Tapi kan ini Indonesia, di mana semua hal yang putih bisa jadi abu-abu bahkan hitam."
Jawab : "Justru karena ini Indonesia! Emangnya kamu seneng kalau Indonesia begini2 aja? Nggak kan.makanya diubah. :)"
Sounds cliche uh? Saya yang menulis catatan ini dengan sok-sok nasionalis dan sok suci pun mungkin belum tentu menjalankan prinsip ini sepenuhnya. Tapi at least, kita harus coba. Kita harus percaya dan lakuin itu. Ingat kata tokoh Arai dalam novel Sang Pemimpi? "bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu" Mimpi aja dipeluk sama Tuhan, gimana kalau bener2 dilakukan? :)
Ngga ada salahnya buat jadi pioneer, orang yang inisiatif untuk jalan duluan, jadi leader. Siapa bilang gampang? Ngga ada. Tapi justru karena itu, pemimpin adalah orang yang kuat. Orang yang berani duluan, bilang ya atau engga dengan tegas, dan tetep harus memimpin pake hati. :)
Mudah2an catatan random malam ini berguna buat yang baca dan ngga jadi sekedar catatan omong kosong buat saya. (tolong Ya Tuhan) :D
*I really suggest you to read his book, Young on Top : 30 Rahasia Sukses di Usia Muda. Dengan cover buku warna kuning terang, pasti gampang dicari di toko buku. And follow him on twitter @BillyBoen. ;)
Note : I also posted this one on my facebook account.
Tampilkan postingan dengan label university life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label university life. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 September 2010
Kamis, 02 September 2010
Braveness
I'm 19 years old and I wanna do something.
Something important for people, something significant in my life.
I met many people, so that I knew much thoughts of them.
Their amazing mind, their great moves.
I wanna be great in a young age.
As great as a human could be.
Beneficial to others.
To my country.
To my nation.
To the world.
I wanna be brave. I need that.
Something important for people, something significant in my life.
I met many people, so that I knew much thoughts of them.
Their amazing mind, their great moves.
I wanna be great in a young age.
As great as a human could be.
Beneficial to others.
To my country.
To my nation.
To the world.
I wanna be brave. I need that.
Senin, 24 Mei 2010
Lagi, Bertemu The Creative One
Time flies dan nggak terasa sudah hampir dua minggu sejak saya ketemu lagi dengan Yoris Sebastian. This time with his girl, Mbak Debbie, ketika mereka datang ke acara UNS Blogfest 1.0. We (Me, Angga, Toto, Yoris, Debbie) spent some hours untuk ke beberapa tempat di Solo. Pertemuan yang bikin semangat lagi, terutama karena Mas Yoris ngasih tips-tips simpel tapi kreatif buat kami. Terutama untuk Toto dan Angga (kakak tingkat saya di FE UNS) yang baru aja lulus kuliah dan sedang berburu professional job. Contohnya, bikin CV (Curriculum Vitae) yang nggak standar. Kalau biasanya CV dimulai dengan nama, tempat tangal lahir, alamat, dst, sekali-kali coba deh bikin CV dengan cerita di awal. Jadi nggak biasa seperti biasanya.
Mbak Debbie juga cerita waktu sedang interview di Hard Rock, dia malah diminta untuk menyanyi bergaya ala Lenny Kravitz, bukan sekedar wawancara seputar job skill. Mungkin karena interviewernya Mas Yoris ya?hehe.. Anyway, kita butuh kreativitas kapanpun dimanapun.
Dan yang nggak kalah penting adalah kreativitas itu juga harus sesuai tempat : Think Out of The Box, Execute Inside The Box.
(Thanks to Mbak Debbie yang udah foto kami. Nice to meet youuu. :)
Mbak Debbie juga cerita waktu sedang interview di Hard Rock, dia malah diminta untuk menyanyi bergaya ala Lenny Kravitz, bukan sekedar wawancara seputar job skill. Mungkin karena interviewernya Mas Yoris ya?hehe.. Anyway, kita butuh kreativitas kapanpun dimanapun.
Dan yang nggak kalah penting adalah kreativitas itu juga harus sesuai tempat : Think Out of The Box, Execute Inside The Box.(Thanks to Mbak Debbie yang udah foto kami. Nice to meet youuu. :)
Senin, 03 Mei 2010
Hearts And Deeds
-God doesn't judge anyone according to our bodies and appearances, but God looks into our hearts and observes our deeds.-
Quote di atas saya dapat dari posting twitter seseorang bernama Donny Dhirgantoro, penulis novel bestseller 5cm. Ya, benar. Tuhan memang tidak pernah melihat seorang manusia dari tampilan luar. Sama sekali tidak. Tuhan melihat hati dan perilaku kita sebagai manusia. Sebagai utusan Tuhan untuk menjaga bumi.
Apa yang menjadi pikiran saya saat ini adalah mengapa terkadang manusia melihat manusia lain hanya dari tampilan fisiknya saja? Bahkan, Tuhan yang memiliki segalanya pun tidak pernah melakukan itu. Tuhan adalah Sang Maha Pencipta. Dia yang memiliki kekuasaan untuk menciptakan makhluk-Nya sebagaimana yang ia kehendaki.
Terkadang klasifikasi fisik memang diperlukan di dunia nyata. Tuntutan pekerjaan misalnya. Tapi ini juga tidak berarti bahwa kita berhak menilai seseorang dari tampilan luar, bukan begitu?
Dengan pengetahuan itu, saya menyimpulkan : jika saya menghina, paling tidak memandang sebelah mata terhadap orang lain, berarti saya juga menghina Tuhan. Karena Ia lah Sang Maha Penguasa. Penguasa makhluk-makhluknya, penguasa langit dan bumi. Itu kesimpulan yang saya dapat. Apa yang saya punya sampai-sampai saya berani menghina Tuhan? Ckckck...
Well, don't take it too seriously, I don't mean to do that guys. But if you don't mind, observes it deeply with our hearts and minds. Maybe sometimes I did it too, but always remember those words to remind us. Remind that we are only human, which is imperfect. With plus and minus side of us, we can be a good human.
It's impossible to be a perfect one (perfectness only belongs to God), but there are many ways, much ways to be a good human.
Au revoir!
Quote di atas saya dapat dari posting twitter seseorang bernama Donny Dhirgantoro, penulis novel bestseller 5cm. Ya, benar. Tuhan memang tidak pernah melihat seorang manusia dari tampilan luar. Sama sekali tidak. Tuhan melihat hati dan perilaku kita sebagai manusia. Sebagai utusan Tuhan untuk menjaga bumi.
Apa yang menjadi pikiran saya saat ini adalah mengapa terkadang manusia melihat manusia lain hanya dari tampilan fisiknya saja? Bahkan, Tuhan yang memiliki segalanya pun tidak pernah melakukan itu. Tuhan adalah Sang Maha Pencipta. Dia yang memiliki kekuasaan untuk menciptakan makhluk-Nya sebagaimana yang ia kehendaki.
Terkadang klasifikasi fisik memang diperlukan di dunia nyata. Tuntutan pekerjaan misalnya. Tapi ini juga tidak berarti bahwa kita berhak menilai seseorang dari tampilan luar, bukan begitu?
Dengan pengetahuan itu, saya menyimpulkan : jika saya menghina, paling tidak memandang sebelah mata terhadap orang lain, berarti saya juga menghina Tuhan. Karena Ia lah Sang Maha Penguasa. Penguasa makhluk-makhluknya, penguasa langit dan bumi. Itu kesimpulan yang saya dapat. Apa yang saya punya sampai-sampai saya berani menghina Tuhan? Ckckck...
Well, don't take it too seriously, I don't mean to do that guys. But if you don't mind, observes it deeply with our hearts and minds. Maybe sometimes I did it too, but always remember those words to remind us. Remind that we are only human, which is imperfect. With plus and minus side of us, we can be a good human.
It's impossible to be a perfect one (perfectness only belongs to God), but there are many ways, much ways to be a good human.
Au revoir!
Senin, 08 Maret 2010
A Leader in You
Banyak hal yang melatarbelakangi saya untuk menulis tentang hal ini. Bailout Century, pertanggungjawaban Boediono, Sri Mulyani, dan tentunya Presiden Yudhoyono. :) Momentum pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan juga salah satunya.
Saya pribadi mengartikan pemimpin sebagai seorang pelayan terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Pengertian ini saya dapat dari sebuah artikel di harian Kompas yang mengupas tentang kebangkitan India sebagai sebuah negara dengan perkembangan cukup pesat. Mohandas Karamchan Gandhi, well-known as Mahatma Gandhi, beliau lah yang memiliki pernyataan tersebut. "Leader is a servant. Their true willingness is to serve their people."
Ya, karena hakikat pemimpin adalah membantu masyarakatnya (orang-orang yang dipimpinnya) agar bisa mandiri, agar orang itu bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi perbaikan dirinya sendiri dan orang-orang sekitar. Nah kalau pengertian yang ini, saya dapat khusus dari idola saya : Yoris Sebastian. :)
Gandhi juga berkata bahwa kekuasaan politik bukanlah tujuan akhir, tapi hanya sebagai sarana untuk membantu rakyat memperbaiki nasib mereka dalam seluruh bidang kehidupan. Apalagi jika pemimpin itu menguasai hajat hidup orang banyak! Presiden contohnya. Seorang Presiden, Ketua, Direktur, atau apapun jabatannya tentunya harus memiliki kualitas pribadi yang unggul. Pribadi yang berkarakter kuat dan mengerti apa yang dibutuhkan orang-orangnya.
Menjadi pemimpin adalah takdir setiap manusia, setidaknya untuk diri mereka sendiri. Sebagai ayah, ibu, kepala bagian, project officer, gubernur BI, Ketua KSSK, Ketua DPR, MPR, Ketua Partai, maupun sebagai diri mereka sendiri. Maju mundurnya suatu kaum ditentukan oleh sikap dan perilaku mereka, bukan karena hal lain yang mungkin saja bisa seenaknya dijadikan kambing hitam. Dan semua itu dimulai dari diri sendiri.
Saya belumlah menjadi seorang pemimpin yang sempurna, atau mungkin tidak akan. Tapi ada banyak sekali cara untuk menjadi pemimpin yang baik. Belajar, belajar, berbagi, mendengar, dan bertindak. Menjadi pemimpin adalah suatu proses panjang, bukan sekedar tujuan sesaat. "Celakalah orang yang menikmati hasil tanpa menjalani prosesnya," pesan kakak tingkat saya, Johan Fithra Zulfikar. (hey, by the way we are competing in Election of Chief of Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan with the other two bestfriends : Ragil Putra Wijaya and Arif Darmawan) wish us luck, guys! Hehe... :)
Untuk jadi pemimpin nggak harus jadi ketua, tapi yang paling penting adalah : bermanfaat bagi orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Percuma doong kalo ilmunya kebuang gitu aja. Ya nggak sih?
Be Strong for Yourself, Be Useful to Others.(parkourindonesia.web.id)
"Behind a great power, there's a great responsibility" -Uncle Ben. Spiderman 1-
A LEADER IN YOU!!!
Saya pribadi mengartikan pemimpin sebagai seorang pelayan terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Pengertian ini saya dapat dari sebuah artikel di harian Kompas yang mengupas tentang kebangkitan India sebagai sebuah negara dengan perkembangan cukup pesat. Mohandas Karamchan Gandhi, well-known as Mahatma Gandhi, beliau lah yang memiliki pernyataan tersebut. "Leader is a servant. Their true willingness is to serve their people."
Ya, karena hakikat pemimpin adalah membantu masyarakatnya (orang-orang yang dipimpinnya) agar bisa mandiri, agar orang itu bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi perbaikan dirinya sendiri dan orang-orang sekitar. Nah kalau pengertian yang ini, saya dapat khusus dari idola saya : Yoris Sebastian. :)
Gandhi juga berkata bahwa kekuasaan politik bukanlah tujuan akhir, tapi hanya sebagai sarana untuk membantu rakyat memperbaiki nasib mereka dalam seluruh bidang kehidupan. Apalagi jika pemimpin itu menguasai hajat hidup orang banyak! Presiden contohnya. Seorang Presiden, Ketua, Direktur, atau apapun jabatannya tentunya harus memiliki kualitas pribadi yang unggul. Pribadi yang berkarakter kuat dan mengerti apa yang dibutuhkan orang-orangnya.
Menjadi pemimpin adalah takdir setiap manusia, setidaknya untuk diri mereka sendiri. Sebagai ayah, ibu, kepala bagian, project officer, gubernur BI, Ketua KSSK, Ketua DPR, MPR, Ketua Partai, maupun sebagai diri mereka sendiri. Maju mundurnya suatu kaum ditentukan oleh sikap dan perilaku mereka, bukan karena hal lain yang mungkin saja bisa seenaknya dijadikan kambing hitam. Dan semua itu dimulai dari diri sendiri.
Saya belumlah menjadi seorang pemimpin yang sempurna, atau mungkin tidak akan. Tapi ada banyak sekali cara untuk menjadi pemimpin yang baik. Belajar, belajar, berbagi, mendengar, dan bertindak. Menjadi pemimpin adalah suatu proses panjang, bukan sekedar tujuan sesaat. "Celakalah orang yang menikmati hasil tanpa menjalani prosesnya," pesan kakak tingkat saya, Johan Fithra Zulfikar. (hey, by the way we are competing in Election of Chief of Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan with the other two bestfriends : Ragil Putra Wijaya and Arif Darmawan) wish us luck, guys! Hehe... :)
Untuk jadi pemimpin nggak harus jadi ketua, tapi yang paling penting adalah : bermanfaat bagi orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Percuma doong kalo ilmunya kebuang gitu aja. Ya nggak sih?
Be Strong for Yourself, Be Useful to Others.(parkourindonesia.web.id)
"Behind a great power, there's a great responsibility" -Uncle Ben. Spiderman 1-
A LEADER IN YOU!!!
Minggu, 10 Januari 2010
Catatan Tengah Malam
Mereka mengagumkan
Mereka inspiratif
Ternyata mereka memang pantas mendapatkan itu
Sementara saya, seorang biasa dengan kemampuan yang jauh dari kata luar biasa.
Saya malu pada diri sendiri!
Saya malu dengan segala fasilitas yang mendukung saya
Saya iri dengan mereka
Iri dengan ilmu yang mereka punya
Iri dengan kehebatan mereka!
Apa saya punya andil sehingga membiarkan mereka menjadi sehebat itu?
Saya rasa, Ya.
Bukan karena licik lantas saya berpikir seperti itu, tapi karena saya menyesal...
Menyesal telah menyia-nyiakan waktu
Menyia-nyiakan satu-satunya hal di dunia ini yang tidak sanggup diciptakan manusia.
Tapi ternyata Tuhan Mahabaik karena malam ini saya disadarkan melalui mereka,
Orang-orang hebat itu...
Mereka inspiratif
Ternyata mereka memang pantas mendapatkan itu
Sementara saya, seorang biasa dengan kemampuan yang jauh dari kata luar biasa.
Saya malu pada diri sendiri!
Saya malu dengan segala fasilitas yang mendukung saya
Saya iri dengan mereka
Iri dengan ilmu yang mereka punya
Iri dengan kehebatan mereka!
Apa saya punya andil sehingga membiarkan mereka menjadi sehebat itu?
Saya rasa, Ya.
Bukan karena licik lantas saya berpikir seperti itu, tapi karena saya menyesal...
Menyesal telah menyia-nyiakan waktu
Menyia-nyiakan satu-satunya hal di dunia ini yang tidak sanggup diciptakan manusia.
Tapi ternyata Tuhan Mahabaik karena malam ini saya disadarkan melalui mereka,
Orang-orang hebat itu...
Senin, 23 November 2009
Passion dan Fokus??
Banyak keinginan saya dalam menjalani hari-hari ini. Keinginan untuk menjadi seorang yang baik, jauh lebih baik dari kemarin. Ketika saya masih belum mengerti apa-apa tentang hidup. (apa sekarang saya sudah benar-benar mengerti? saya kira juga belum)
Hal yang membedakan keinginan dan kebutuhan kadang mengusik pikiran saya. Sudahakah saya mengambil jalur yang benar untuk mencapai apa yang benar-benar saya inginkan dan butuhkan? Untuk menggapai passion saya akan suatu hal? Karena jujur saja hingga saat ini saya masih dibingungkan oleh sesuatu yang disebut "passion". Sabtu, 21 November 2009 lalu himpunan mahasiswa jurusan di tempat saya belajar organisasi, mengundang Yoris Sebastian sebagai pembicara seminar. DAn hal yang disebut-sebut oleh Mas Yoris adalah "passion". Dia tidak pernah merasa letih karena bekerja, karena yang dia lakukan adalah jalan hidupnya. Gairah dan keinginan yang sejalan dengan kebutuhan dan situasi yang ada sangat mendukungnya untuk sukses.
Antonny Liem, Managing Director Semut Api Colony, perusahaan brand marketng communication berpesan : "May you find your true calling". I know that it's not that hard to find my real passion, my true calling. I know that, but I'm wondering why it happens to me? Why I feel so hard to find mine?
Keinginan, kebutuhan, Fokus, dan Passion. Runtutan kata-kata itu membingungkan saya. Gak enak rasanya kehlangan arah, kehilangan fokus atas masa-masa kritis yang akan menetukan masa depan saya. Saya bingung karena setelah beberapa kejadian belakangan ini, yang saya lakukan hanyalah sekedar mengikuti arah jalannya hidup. Untungnya, aliran tersebut masih baik dan bermanfaat. Apa jadinya kalau aliran tersebut membawa saya ke jalan buntu?? Inilah kenapa saya sebut bahwa saya sedang kehilangan arah menentukan tujuan. Kenapa? Karena hidup saya bukan hanya tentang saya, tapi juga menyangkut orang-orang sekeliling saya dan orang-orang yang telah membesarkan saya hingga menjadi seperti sekarang.
Ada yang bisa bantu menemukan passion dan fokus hidup saya??
Minggu, 28 Juni 2009
Kreatif!
Kreatif!
Kata itu yang pertama kali terlintas di benak gue ketika mendengar nama Yoris Sebastian. The Youngest GM of Hard Rock Cafe in Asia (and the second in the world). Plok,plok,plok...
Kenapa tiba-tiba gue menulis tentangnya?
1. Karena organisasi kampus yang gue ikutin mau ngadain event tentang ekonomi kreatif.
2. Sebenernya udah lama pengen bikin tulisan tentang Yoris, tapi selalu ada aja yang bikin hal itu gak jadi.
Well, talk about Yoris, banyak penghargaan yang udah dia dapet selama masa muda (sebenernya sekarang masih muda juga). Dan di masa mudanya itu, dia bener-bener ngebuktiin statement yang pernah gue baca di salah satu buku bahwa "di masa mendatang, yang kreatif lah yang akan memimpin". He proves it! Menurut gue, kenapa kreatifitas akan jadi hal yang menjual banget di masa sekarang dan masa mendatang adalah karena kreatifitas itu sendiri adalah buah dari pemikiran-pemikiran manusia. Seperti yang kita tau, pemikiran manusia yang gak terbatas itu bisa dikembangkan sampai sejauh mana pun si manusia menginginkannya (di bawah kuasa Tuhan juga tentunya). Kreatifitas yang kalau diukur dari sisi ekonomi adalah sesuatu yang sangat mahal,menurut gue. Kita bisa dapet kreatifitas dari mana aja dan dalam bentuk apapun, tapi semua itu kembali ke manusia itu sendiri. Maukah dia menggali potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya juga bagi orang lain?
Jangan pernah takut kehabisan ide dan jangan pernah berpikir bahwa ide lo akan habis. Selama otak dan hati lo masih bisa berfungsi normal, you'll get alllll the creativity you want. Coba tanya salah satu orang kreatif di dunia ini, dalam tulisan ini gue mengangkat nama Yoris Sebastian.
Setelah gue baca profil dan lain-lainnya tentang dia, satu hal yag menurut gue memberi sumbangan besar terhadap ide dan pemikiran kreatif Yoris adalah : buku. He always talk about books. How books told him to be creative, how books solve the problem he has, and also how books gave inspirations to him to think out of the box and execute inside the box.
Gue lagi terpesona sama Young Enterpreneur yang satu ini.hehe... And he believes, start from the small to learn. Karena apa? Karena dari hal-hal kecil itu akan ngebentuk kebiasaan kita untuk berpikir dan bertindak kreatif. nah, kalo dari hal-hal kecil kita udah kreatif, maka hal-hal besar selanjutnya juga akan kreatif karena kita membiasakan diri untuk kreatif. Start from the small, up to the big. It will gonna be something challenging. You'll be very interested in something challenging, right?!
And now everybody, CREATIVITY LEADS!
Gracias.
(Thanks for Yoris Sebastian for being my inspiration.and role model.)
Rabu, 29 April 2009
Pain Healing Or Not...(beg your feedback)
Everybody has their own pain healing mechanism.
I'm know thinking about it, actually. When someone gets hurt, those pain healing mech will work automatically (mostly). Could be based on their belief, their past experiences, their expectations, anything. But sometimes, people doesn't know how to react about what happen in their life. They just confuse about that, or even ignored those matter. If we let the problem blow away, yaa it might solve it. But, try to look deeper : is it really solved? or is it just one kind of pain healing mech?
Back to that matter (I wrote in the very first beginning), what do you think about : If I have a problem, then I let it go away, can we mention it as pain healing mech?
Or it's just superficial-runaway attitude?
Beg your feedback. thank you.
Langganan:
Postingan (Atom)
