Tampilkan postingan dengan label yoris sebastian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yoris sebastian. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Mei 2010

Lagi, Bertemu The Creative One

Time flies dan nggak terasa sudah hampir dua minggu sejak saya ketemu lagi dengan Yoris Sebastian. This time with his girl, Mbak Debbie, ketika mereka datang ke acara UNS Blogfest 1.0. We (Me, Angga, Toto, Yoris, Debbie) spent some hours untuk ke beberapa tempat di Solo. Pertemuan yang bikin semangat lagi, terutama karena Mas Yoris ngasih tips-tips simpel tapi kreatif buat kami. Terutama untuk Toto dan Angga (kakak tingkat saya di FE UNS) yang baru aja lulus kuliah dan sedang berburu professional job. Contohnya, bikin CV (Curriculum Vitae) yang nggak standar. Kalau biasanya CV dimulai dengan nama, tempat tangal lahir, alamat, dst, sekali-kali coba deh bikin CV dengan cerita di awal. Jadi nggak biasa seperti biasanya.

Mbak Debbie juga cerita waktu sedang interview di Hard Rock, dia malah diminta untuk menyanyi bergaya ala Lenny Kravitz, bukan sekedar wawancara seputar job skill. Mungkin karena interviewernya Mas Yoris ya?hehe.. Anyway, kita butuh kreativitas kapanpun dimanapun.
Dan yang nggak kalah penting adalah kreativitas itu juga harus sesuai tempat : Think Out of The Box, Execute Inside The Box.
(Thanks to Mbak Debbie yang udah foto kami. Nice to meet youuu. :)

Senin, 08 Maret 2010

A Leader in You

Banyak hal yang melatarbelakangi saya untuk menulis tentang hal ini. Bailout Century, pertanggungjawaban Boediono, Sri Mulyani, dan tentunya Presiden Yudhoyono. :) Momentum pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan juga salah satunya.

Saya pribadi mengartikan pemimpin sebagai seorang pelayan terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Pengertian ini saya dapat dari sebuah artikel di harian Kompas yang mengupas tentang kebangkitan India sebagai sebuah negara dengan perkembangan cukup pesat. Mohandas Karamchan Gandhi, well-known as Mahatma Gandhi, beliau lah yang memiliki pernyataan tersebut. "Leader is a servant. Their true willingness is to serve their people."
Ya, karena hakikat pemimpin adalah membantu masyarakatnya (orang-orang yang dipimpinnya) agar bisa mandiri, agar orang itu bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi perbaikan dirinya sendiri dan orang-orang sekitar. Nah kalau pengertian yang ini, saya dapat khusus dari idola saya : Yoris Sebastian. :)

Gandhi juga berkata bahwa kekuasaan politik bukanlah tujuan akhir, tapi hanya sebagai sarana untuk membantu rakyat memperbaiki nasib mereka dalam seluruh bidang kehidupan. Apalagi jika pemimpin itu menguasai hajat hidup orang banyak! Presiden contohnya. Seorang Presiden, Ketua, Direktur, atau apapun jabatannya tentunya harus memiliki kualitas pribadi yang unggul. Pribadi yang berkarakter kuat dan mengerti apa yang dibutuhkan orang-orangnya.
Menjadi pemimpin adalah takdir setiap manusia, setidaknya untuk diri mereka sendiri. Sebagai ayah, ibu, kepala bagian, project officer, gubernur BI, Ketua KSSK, Ketua DPR, MPR, Ketua Partai, maupun sebagai diri mereka sendiri. Maju mundurnya suatu kaum ditentukan oleh sikap dan perilaku mereka, bukan karena hal lain yang mungkin saja bisa seenaknya dijadikan kambing hitam. Dan semua itu dimulai dari diri sendiri.
Saya belumlah menjadi seorang pemimpin yang sempurna, atau mungkin tidak akan. Tapi ada banyak sekali cara untuk menjadi pemimpin yang baik. Belajar, belajar, berbagi, mendengar, dan bertindak. Menjadi pemimpin adalah suatu proses panjang, bukan sekedar tujuan sesaat. "Celakalah orang yang menikmati hasil tanpa menjalani prosesnya," pesan kakak tingkat saya, Johan Fithra Zulfikar. (hey, by the way we are competing in Election of Chief of Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan with the other two bestfriends : Ragil Putra Wijaya and Arif Darmawan) wish us luck, guys! Hehe... :)
Untuk jadi pemimpin nggak harus jadi ketua, tapi yang paling penting adalah : bermanfaat bagi orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Percuma doong kalo ilmunya kebuang gitu aja. Ya nggak sih?

Be Strong for Yourself, Be Useful to Others.(parkourindonesia.web.id)

"Behind a great power, there's a great responsibility" -Uncle Ben. Spiderman 1-

A LEADER IN YOU!!!

Senin, 23 November 2009

Passion dan Fokus??

Banyak keinginan saya dalam menjalani hari-hari ini. Keinginan untuk menjadi seorang yang baik, jauh lebih baik dari kemarin. Ketika saya masih belum mengerti apa-apa tentang hidup. (apa sekarang saya sudah benar-benar mengerti? saya kira juga belum) Hal yang membedakan keinginan dan kebutuhan kadang mengusik pikiran saya. Sudahakah saya mengambil jalur yang benar untuk mencapai apa yang benar-benar saya inginkan dan butuhkan? Untuk menggapai passion saya akan suatu hal? Karena jujur saja hingga saat ini saya masih dibingungkan oleh sesuatu yang disebut "passion". Sabtu, 21 November 2009 lalu himpunan mahasiswa jurusan di tempat saya belajar organisasi, mengundang Yoris Sebastian sebagai pembicara seminar. DAn hal yang disebut-sebut oleh Mas Yoris adalah "passion". Dia tidak pernah merasa letih karena bekerja, karena yang dia lakukan adalah jalan hidupnya. Gairah dan keinginan yang sejalan dengan kebutuhan dan situasi yang ada sangat mendukungnya untuk sukses. Antonny Liem, Managing Director Semut Api Colony, perusahaan brand marketng communication berpesan : "May you find your true calling". I know that it's not that hard to find my real passion, my true calling. I know that, but I'm wondering why it happens to me? Why I feel so hard to find mine? Keinginan, kebutuhan, Fokus, dan Passion. Runtutan kata-kata itu membingungkan saya. Gak enak rasanya kehlangan arah, kehilangan fokus atas masa-masa kritis yang akan menetukan masa depan saya. Saya bingung karena setelah beberapa kejadian belakangan ini, yang saya lakukan hanyalah sekedar mengikuti arah jalannya hidup. Untungnya, aliran tersebut masih baik dan bermanfaat. Apa jadinya kalau aliran tersebut membawa saya ke jalan buntu?? Inilah kenapa saya sebut bahwa saya sedang kehilangan arah menentukan tujuan. Kenapa? Karena hidup saya bukan hanya tentang saya, tapi juga menyangkut orang-orang sekeliling saya dan orang-orang yang telah membesarkan saya hingga menjadi seperti sekarang. Ada yang bisa bantu menemukan passion dan fokus hidup saya??

Minggu, 28 Juni 2009

Kreatif!

Kreatif! Kata itu yang pertama kali terlintas di benak gue ketika mendengar nama Yoris Sebastian. The Youngest GM of Hard Rock Cafe in Asia (and the second in the world). Plok,plok,plok... Kenapa tiba-tiba gue menulis tentangnya? 1. Karena organisasi kampus yang gue ikutin mau ngadain event tentang ekonomi kreatif. 2. Sebenernya udah lama pengen bikin tulisan tentang Yoris, tapi selalu ada aja yang bikin hal itu gak jadi.
Well, talk about Yoris, banyak penghargaan yang udah dia dapet selama masa muda (sebenernya sekarang masih muda juga). Dan di masa mudanya itu, dia bener-bener ngebuktiin statement yang pernah gue baca di salah satu buku bahwa "di masa mendatang, yang kreatif lah yang akan memimpin". He proves it! Menurut gue, kenapa kreatifitas akan jadi hal yang menjual banget di masa sekarang dan masa mendatang adalah karena kreatifitas itu sendiri adalah buah dari pemikiran-pemikiran manusia. Seperti yang kita tau, pemikiran manusia yang gak terbatas itu bisa dikembangkan sampai sejauh mana pun si manusia menginginkannya (di bawah kuasa Tuhan juga tentunya). Kreatifitas yang kalau diukur dari sisi ekonomi adalah sesuatu yang sangat mahal,menurut gue. Kita bisa dapet kreatifitas dari mana aja dan dalam bentuk apapun, tapi semua itu kembali ke manusia itu sendiri. Maukah dia menggali potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya juga bagi orang lain?
Jangan pernah takut kehabisan ide dan jangan pernah berpikir bahwa ide lo akan habis. Selama otak dan hati lo masih bisa berfungsi normal, you'll get alllll the creativity you want. Coba tanya salah satu orang kreatif di dunia ini, dalam tulisan ini gue mengangkat nama Yoris Sebastian. Setelah gue baca profil dan lain-lainnya tentang dia, satu hal yag menurut gue memberi sumbangan besar terhadap ide dan pemikiran kreatif Yoris adalah : buku. He always talk about books. How books told him to be creative, how books solve the problem he has, and also how books gave inspirations to him to think out of the box and execute inside the box. Gue lagi terpesona sama Young Enterpreneur yang satu ini.hehe... And he believes, start from the small to learn. Karena apa? Karena dari hal-hal kecil itu akan ngebentuk kebiasaan kita untuk berpikir dan bertindak kreatif. nah, kalo dari hal-hal kecil kita udah kreatif, maka hal-hal besar selanjutnya juga akan kreatif karena kita membiasakan diri untuk kreatif. Start from the small, up to the big. It will gonna be something challenging. You'll be very interested in something challenging, right?! And now everybody, CREATIVITY LEADS! Gracias. (Thanks for Yoris Sebastian for being my inspiration.and role model.)